'Primadona' Kue Toples Lebaran di Ruang Tamu: Nastar
Yeayyy... Lebaran sebentar lagi. Waktunya sudah dekat untuk menikmati berbagai sajian makanan. Salah satu momen favorit adalah ketika bersilaturahmi ke sanak saudara sembari icip-icip kue di toples-toples ruang tamu.
Siapa lagi kalau bukan Nastar.
Berdasarkan pengalaman pribadi saya, orderan kue Nastar dari tahun ke tahun semakin meningkat. Harganya pun ikut naik seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan. Daya tarik karena kelezatan dan tidak bikin ennek merupakan karakter tersendiri bagi Nastar. Bahkan kandungan gizi dalam kue Nastar setara dengan sepiring nasi!
Dari situ saya berspekulasi apakah mungkin nastar bisa menyetarai kebutuhan nasi di perut orang-orang Indonesia? Emm... kayaknya tidak deh. Pengataman saya, nasi bagi kebanyakan orang di Indonesia harus everyday dan everywhere. Nastar itu momentuman kayak hari raya. Masa iya makan nastar setiap hari.
Bagi banyak orang di Indonesia, kue nastar ini wajib hukumnya menemani kebahagiaan di suasana lebaran. Perpaduan ingredients pilihan dengan selai nanas menciptakan rasa fresh dan kesan ingin tambah lagi.
Nastar dalam sejarah mulai eksis di era kolonial Belanda, suatu era dimana negara kincir-angin menyerang. Asal katanya sendiri berasal dari padanan kata 'Ananas' dan 'Tartjes' yang berarti Kue Nanas. Awalnya, nastar terinspirasi dari kue pie. Berhubung blueberry dan apel tersebut masih sulit didapatkan di Indonesia ketika zaman old, jadilah selai nanas menjadi pengganti.
Terdapat juga cerita-cerita yang berkembang, bahwa konon nastar pertama kali dibuat oleh seorang peranakan dari Cina. Orang tersebut tertarik melihat imigran Portugis yang mahir membuat kue. Didukung dengan lingkungan tempat tinggal yang berada di perkebunan nanas, tercetuslah ide membuat kue. Dannn... tada, lahirlah nastar sebagai hasil kreatifitas si Peranakan Cina ini.
Nastar juga dalam kebudayaan Cina dipercayai dapat membawa keberuntungan, mereka menyebutnya Ong Lai atau Buah Pir Emas.
Seiring perkembangan zaman nastar yang dulu hanya disuguhkan oleh kalangan bangsawan dan priyayi, sekarang dapat dinikmati oleh semua orang. Bentuk dan model nastar juga semakin bervariasi. Mulai dari bentuk bulat, lonjong, ketupat lebaran, hingga bentuk Oreo Supreme. Iya, yang itu! Biskuit bagi orang-orang yang mampu dan penasaran untuk nyobain. Kreatifitas orang memang tak ada batasnya. Kalau terbatas mah itu namanya, Diskon!
Soal cita rasa, jangan ditanya lagi. Tekstur legit dan fruity menjadi ciri khas nastar. Gigitan pertama mampu memberi kesan penasaran sehingga ingin tambah lagi, lagi dan lagi. Mungkin ini menjadi salah satu alasan nastar menjadi idola banyak orang. Selain karena mudah dibuat, rasanya sungguh bikin ketagihan. Parutan keju pilihan jelas menjadi pelengkap yang sempurna untuk status primadonanya. Eh sorry, ga ada yang sempurna deng, kecuali rokok.
Tapi jangan salah juga ya, nastar tidak hanya ada saat Lebaran. Nastar juga dapat dijumpai pada saat Natal dan Imlek. Ibarat sepasang kekasih, nastar dan lidah orang Indonesia adalah jodoh yang dipertemukan Tuhan. Nah, kalau kamu, sosok seperti apa yang menjadi idaman untuk menjadi pendamping hidup?
Maksudnya itu, KUE sayang.
—
Editor: RR

Comments
Post a Comment